Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Langit Jakarta Timur masih gelap ketika aroma masakan mulai mengisi sudut ruangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipinang Muara, Senin (6/10). Di antara kepulan uap nasi, para relawan tampak sibuk menata food tray dan menakar lauk pauk untuk hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diantarkan ke sejumlah sekolah.

Sejak dini hari, aktivitas di dapur itu berjalan cepat dan teratur. Para relawan berpacu dengan waktu agar ribuan porsi makanan siap sebelum fajar terbit. “Porsi per hari kita sekarang sudah 3.997,” ujar Kepala SPPG, Hilman Putra Sandrika saat memantau jalannya produksi.
SPPG Cipinang mulai beroperasi pada tanggal 14 Juli 2025. Di awal pelaksanaannya, dapur MBG itu sempat mengalami sejumlah kendala. Namun, sekarang sudah beroperasi dengan baik dan mampu menjalankan kegiatan produksi secara optimal.
“Insya Allah sih sudah stabil, bisa dibilang, sudah lancar semuanya,” lanjutnya

Menjelang pagi, dari Cipinang Muara, kotak-kotak Makan Bergizi Gratis itu mulai diberangkatkan ke 11 sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama, sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). “Ditambah ada MTS (Madrasah Tsanawiyah) juga, sama Madrasah Ibtidaiyah atau MI yang setingkat SD,” tambah Hilman.
Di balik kesibukan dapur, Ahli Gizi SPPG, Indah Setya Wulandari, memastikan setiap porsi makan bergizi gratis tersebut melalui proses pengawasan yang cukup ketat. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa selama kegiatan produksi, mulai dari bahan makanan datang sampai diantarkan ke penerima manfaat harus memenuhi standar kualitas.
“Kalau misalkan ada bahan baku yang nggak sesuai sama yang kita mau, itu biasanya kita retur lagi,” jelasnya.

Namun, kelancaran dapur tak hanya bergantung pada bahan dan alat. Tantangan lain datang dari para relawan yang memiliki latar dan karakter berbeda. Head Chef SPPG Cipinang Muara, Nasrullah, mengakui bahwa perlu waktu yang tidak sebentar untuk menyatukan visi dan ritme kerja yang sama agar program ini berjalan secara maksimal.
“Relawan ini kan berbagai macam. Itu yang agak perlu waktu yang lumayan lama untuk penyesuaian. Dan beberapa karakter yang bekerja ini pasti berbeda ya,” ungkap Nasrullah.


