b2

Menkeu Purbaya Sentil Hasan Nasbi: Lihat Data, Bukan Drama Politik

By Inayah Safitri Hanifah October 29, 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Salma Shila Fathia/detikcom)

Kritik publik terhadap gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mencuri perhatian. Dalam sebuah kesempatan, Purbaya menanggapi sinis komentar yang menyoal caranya berbicara di depan publik. Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik bukanlah perkara opini individu, melainkan hasil kerja nyata yang bisa diukur secara faktual.

Menurut Purbaya, pemerintah telah menunjukkan konsistensi dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama setelah berbagai isu politik dan ekonomi sempat mengguncang. Ia menyebut kondisi ekonomi nasional tetap terkendali dan optimisme publik mulai pulih, menandakan bahwa langkah pemerintah sudah berada di jalur yang benar.

Pernyataan Purbaya ini menjadi semacam “serangan balik” terhadap pihak-pihak yang selama ini mengkritik gaya komunikasinya. Dengan nada tajam, ia menyinggung bahwa penilaian negatif sering kali datang dari pandangan sempit yang tidak memahami konteks kebijakan secara menyeluruh.

“Kadang, yang dilihat bukan datanya, tapi persepsi dari mata yang ingin mencari celah,” ujarnya dalam nada yang tegas.

Sikap tersebut mencerminkan karakter Purbaya yang dikenal lugas dan tak segan menantang kritik terbuka. Bagi sebagian kalangan, gaya seperti ini dianggap berisiko menimbulkan ketegangan antarpejabat, namun bagi Purbaya, transparansi adalah bentuk tanggung jawab. Ia lebih memilih berbicara apa adanya daripada membiarkan publik menebak-nebak arah kebijakan pemerintah.

Pernyataan Purbaya juga menggambarkan dinamika baru dalam komunikasi pejabat publik di era keterbukaan informasi. Di tengah derasnya opini di media sosial, setiap kata pejabat negara kini punya resonansi besar. Purbaya tampaknya sadar betul akan hal itu, dan justru menggunakan ruang publik sebagai arena untuk memperkuat keyakinan bahwa pemerintah tidak kehilangan kendali atas situasi ekonomi nasional.

Sementara kritik tetap berdatangan, sikap defensif namun percaya diri dari sang menteri menunjukkan satu hal: bahwa perdebatan bukanlah ancaman, melainkan bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat. Di balik retorika kerasnya, Purbaya seolah ingin menegaskan bahwa kerja pemerintah berbicara lebih keras daripada komentar pribadi siapa pun.

Berita Terkait