b2

Trump Bidik Denmark, Karena Greenland Kaya Mineral Strategis

By SARLIN WAGOLA January 6, 2026
Kawasan Greenland, wilayah otonomi di bawah kekuasaan Denmark.Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta Setelah menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini membidik Greenland, wilayah otonomi yang berada di bawah kekuasaan Denmark. Ketertarikan Trump untuk memperluas pengaruh dan wilayah Amerika Serikat ke Greenland sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu.

Trump menilai Greenland memiliki posisi geografis yang sangat strategis sekaligus menyimpan kekayaan sumber daya alam bernilai tinggi, terutama mineral penting untuk industri masa depan. Mengutip Reuters, Senin (6/1/2026), survei pada 2023 menunjukkan bahwa 25 dari 34 mineral kritis yang didata Uni Eropa ditemukan di wilayah Greenland.

Berdasarkan data Otoritas Sumber Daya Mineral Greenland, berikut sejumlah mineral utama yang terkandung di wilayah tersebut.

Mineral strategis yang paling menonjol adalah logam tanah jarang (rare earths). Tiga endapan terbesar berada di Provinsi Gardar, Greenland bagian selatan. Sejumlah perusahaan yang berupaya mengembangkan tambang ini antara lain Critical Metals Corp melalui akuisisi endapan Tanbreez, Energy Transition Minerals dengan proyek Kuannersuit yang terhambat sengketa hukum, serta Neo Performance Materials. Logam tanah jarang sangat penting dalam pembuatan magnet permanen untuk kendaraan listrik dan turbin angin.

Selain itu, Greenland juga kaya akan grafit, mineral yang banyak digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan industri baja. Endapan tembaga ditemukan di wilayah timur laut dan timur tengah. Perusahaan tambang terdaftar di London, 80 Mile, saat ini tengah mengembangkan endapan Disko Nuussuaq yang mengandung tembaga, nikel, platinum, dan kobalt.

Greenland juga menyimpan cadangan nikel yang signifikan. Perusahaan tambang global Anglo American telah memperoleh izin eksplorasi selama lima tahun di Greenland bagian barat sejak 2019, termasuk untuk pencarian endapan nikel.

Untuk seng (zinc), endapan utama berada di wilayah utara dalam formasi geologi yang membentang lebih dari 2.500 kilometer. Proyek Citronen Fjord bahkan disebut sebagai salah satu sumber daya seng terbesar di dunia yang belum dikembangkan.

Sementara itu, emas ditemukan di sekitar Fjord Sermiligaarsuk di bagian selatan Greenland. Selain itu, terdapat pula endapan bijih besi di beberapa lokasi utama, seperti Isua di barat daya, Itilliarsuk di wilayah barat tengah, serta pesisir Lauge Koch di barat laut Greenland.

Greenland juga memiliki endapan titanium dan vanadium yang tersebar di wilayah barat daya, timur, dan selatan. Titanium banyak digunakan untuk kebutuhan komersial, medis, dan industri, sementara vanadium berperan penting dalam pembuatan paduan baja khusus serta sebagai katalis industri kimia.

Mineral lainnya adalah tungsten, yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan sebagian besar ditemukan di wilayah timur tengah serta timur laut Greenland. Endapan tungsten juga teridentifikasi di wilayah selatan dan barat.

Adapun untuk uranium, pengembangannya saat ini terhambat kebijakan politik. Pada 2021, Partai Inuit Ataqatigiit memberlakukan larangan penambangan uranium, yang secara efektif menghentikan proyek logam tanah jarang Kuannersuit karena uranium merupakan produk sampingan dari proyek tersebut.

Kekayaan mineral inilah yang membuat Greenland menjadi wilayah strategis dan menarik perhatian Presiden AS Donald Trump dalam upayanya memperluas pengaruh global Amerika Serikat.

Berita Terkait