b2

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal di Jakarta Pusat

By SARLIN WAGOLA March 13, 2026
Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (kanan) dan Kepala Divisi Hukum KontraS Yahya Ihyaroza memaparkan "Kertas Kebijakan Hari Bhayangkara 2025: Kekerasan yang Menjulang di Tengah Penegakan Hukum yang Timpang" di kantor KontraS, Jakarta, 30 Juni 2025. Tempo/Nabiila Azzahra A

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya ke bagian depan tubuh korban hingga membuat Andrie ambruk di jalan.

“Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya,” ujar Dimas pada Jumat, 13 Maret 2026.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Andrie diketahui baru saja menyelesaikan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB.

Usai kegiatan itu, ia sempat berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan Cikini sebelum melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor.

Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang yang diduga laki-laki mengendarai sepeda motor matic mendekati Andrie dari arah berlawanan. Keduanya kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan kimia yang bersifat korosif tersebut mengenai tubuh bagian kanan Andrie, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian pakaian yang dikenakan korban juga dilaporkan meleleh akibat cairan tersebut

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Setelah serangan terjadi, korban sempat berteriak meminta pertolongan dan menyebut cairan yang disiramkan adalah air keras, sehingga sejumlah warga berdatangan membantu.

Dalam upaya melarikan diri, salah satu pelaku menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang diduga digunakan untuk membawa cairan tersebut. Kedua pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Saat ini Andrie tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dimas mengecam keras serangan tersebut, yang dinilai sebagai tindakan kekerasan serius terhadap aktivis pembela hak asasi manusia.

“Upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal,” katanya.

KontraS mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus tersebut dan mengungkap pelaku serta pihak yang berada di balik serangan tersebut. Menurut Dimas, tindakan tersebut dapat dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan.

Rangkaian Aktivitas dan Teror Sebelumnya

Pada hari yang sama sebelum kejadian, Andrie juga menghadiri pertemuan Komisi Tim Pencari Fakta terkait demonstrasi Agustus 2025 di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios).

Dimas menambahkan, Andrie sebelumnya juga pernah mengalami rangkaian teror setelah menggeruduk rapat tertutup antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintah di Hotel Fairmont Jakarta pada Maret 2025. Rapat tersebut membahas revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia.

“Korban seharusnya mendapat hak perlindungan berdasarkan hukum nasional maupun internasional yang telah diterima Indonesia, baik sebagai warga negara maupun sebagai pembela HAM,” ujar Dimas.

Berita Terkait