b2

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Lukai 17 Warga, Polisi Selidiki Penyebab

By SARLIN WAGOLA April 2, 2026
Kondisi pascakebakaran di sekitar Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/3/2026).(Febryan Kevin/Kompas.com )

Pilihan-Rakyat.com, Bekasi –  Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning pada 2 April 2026, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan sedikitnya 17 warga mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam dan menimbulkan kerusakan luas di area sekitar.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo menyampaikan bahwa para korban saat ini tengah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Sebagian korban diketahui mengalami luka bakar serius.

“Sebanyak 17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya luka bakar di atas 50 persen. Ada ibu dan balita, balitanya tadi alhamdulillah tidak terkena luka bakar,” ujar Kusumo di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama sebelum melanjutkan ke tahap penyelidikan lebih lanjut. “Kita fokus kepada para korban terlebih dahulu bagaimana keselamatan jiwa para korban, kemudian baru kita melangkah ke yang lain,” tambahnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, sementara tim forensik juga telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, mengungkapkan dugaan awal kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan serta puluhan rumah warga di sekitar SPBE. Hampir seluruh area fasilitas mengalami kerusakan berat.

Peristiwa terjadi saat SPBE sedang beroperasi, sehingga meningkatkan risiko bahaya, termasuk potensi ledakan gas. Proses pemadaman pun sempat mengalami kendala karena api melibatkan gas elpiji yang membutuhkan penanganan khusus.

“Gas seperti ini perlu penanganan khusus dan harus dipetakan di mana titik apinya,” ujar Heryanto.

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra hati-hati untuk mencegah kemungkinan ledakan susulan, sehingga proses penanganan berlangsung lebih kompleks dibandingkan kebakaran pada umumnya.

Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan di fasilitas tersebut guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Berita Terkait