
Pilihan-Rakyat.com, Jakarta Pusat – Ketua PD Pemuda Persis Jakarta Pusat menyampaikan sambutan perdana kepengurusan dengan menegaskan tema besar yang diusung, yakni “Transformasi Gerakan Pemuda Persis Jakarta Pusat: Inovasi, Kolaborasi, dan Aktualisasi.” Tema tersebut ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan arah perjuangan organisasi selama satu periode ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua PD Pemuda Persis Jakarta Pusat menjelaskan bahwa transformasi gerakan harus dimaknai sebagai perubahan yang sadar dan terarah. Organisasi tidak boleh berhenti pada fungsi struktural semata, tetapi harus menjadi organisasi yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat.
“Kita ingin bergerak dari rutinitas menuju relevansi, dari reaktif menuju proaktif, serta dari eksklusif menuju inklusif dalam dakwah dan pengabdian,” ujarnya.
Terkait pilar kedua, yakni Inovasi, ia menegaskan bahwa inovasi adalah kunci agar gerakan Pemuda Persis tidak tertinggal zaman. Di era digital, dakwah tidak cukup hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga perlu hadir di media sosial, ruang diskusi, ruang kreatif, dan ruang intelektual.
Ke depan, Pemuda Persis Jakarta Pusat akan mendorong: dakwah yang kreatif,
kaderisasi yang adaptif, serta program yang menjawab persoalan pemuda masa kini, seperti pendidikan, ekonomi, moralitas, dan kepemimpinan.
“Inovasi bukan berarti meninggalkan nilai. Inovasi adalah cara kita mengemas nilai Islam agar bisa diterima dan dipahami oleh generasi hari ini,” tegasnya.
Pada aspek Kolaborasi, Ketua PD Pemuda Persis Jakarta Pusat menekankan bahwa organisasi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kebutuhan, bukan pilihan. Oleh karena itu, pihaknya akan membuka ruang kerja sama dengan Persis sebagai induk organisasi, dengan ormas Islam lain, dengan pemerintah daerah, serta dengan komunitas pemuda.
“Kolaborasi tidak melemahkan identitas. Justru memperkuat peran Pemuda Persis dalam membangun umat dan bangsa,” katanya.
Sementara itu, dalam konteks Aktualisasi, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Persis harus hadir dalam kehidupan nyata. Kader Pemuda Persis diharapkan tampil sebagai teladan akhlak, sebagai pemikir muda, sebagai penggerak sosial, dan sebagai pemimpin masa depan.
Gerakan Pemuda Persis Jakarta Pusat, lanjutnya, harus benar-benar dirasakan manfaatnya di berbagai ruang kehidupan, mulai dari masjid, sekolah, kampus, lingkungan masyarakat, hingga ruang publik.
Mengakhiri sambutannya, Ketua PD Pemuda Persis Jakarta Pusat menyampaikan bahwa satu periode kepengurusan memang tidak panjang, namun cukup untuk menorehkan makna dan perubahan. Ia menegaskan komitmen kepengurusan untuk menjadikan Pemuda Persis Jakarta Pusat: lebih hidup gerakannya, lebih luas jaringannya, dan lebih nyata manfaatnya.
“Kami memohon doa, nasihat, dan dukungan dari para pimpinan, para sesepuh, serta seluruh kader. Kepemimpinan ini bukan tentang saya pribadi, melainkan amanah kolektif untuk membawa Pemuda Persis Jakarta Pusat ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.


