b2

Ketua PD Persis Jakarta Pusat Beri Pesan Ideologis kepada Pengurus Baru PD Pemuda Persis Jakarta Pusat

By SARLIN WAGOLA February 1, 2026
Foto: Ahmad Fadilah Sulaiman (Ketua PD PERSIS JAKARTA PUSAT)

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta Pusat – Ketua PD Persis Jakarta Pusat, Ustadz Ahmad Fadhilah Sulaeman, menyampaikan pesan ideologis dan motivasional kepada jajaran pengurus baru PD Pemuda Persis Jakarta Pusat dalam kegiatan pembinaan organisasi yang digelar Ahad, 1 Februari 2026.

Dalam arahannya, Ustadz Ahmad Fadhilah Sulaeman menegaskan bahwa kader Pemuda Persis tidak boleh berhenti menuntut ilmu. Menurutnya, tradisi keilmuan adalah ruh gerakan Persis sejak awal berdiri. Ia menekankan bahwa buku harus menjadi simbol intelektual kader, bukan sekadar aksesori, tetapi benar-benar dibaca, dikaji, dan dijadikan dasar berpikir serta bertindak.

“Jangan sampai berhenti menuntut ilmu. Buku adalah simbol intelektual kita. Pemuda Persis harus dikenal sebagai kader yang berpikir, bukan hanya bergerak,” tegasnya.

Selain simbol buku, ia juga menekankan bahwa Pemuda Persis Jakarta Pusat harus tetap hidup dengan simbol air sebagai sumber kehidupan. Hal ini dimaknai sebagai keharusan bagi organisasi untuk terus memberi manfaat, menghidupkan lingkungan sekitar, dan menjadi sumber kebaikan bagi umat dan masyarakat.

Terkait tema kepengurusan, yaitu Transformasi Gerakan Pemuda Persis Jakarta Pusat: Inovasi, Kolaborasi, dan Aktualisasi, Ustadz Ahmad Fadhilah Sulaeman menyampaikan bahwa tema tersebut tidak akan terwujud jika hanya berhenti pada slogan. Ia menegaskan bahwa inovasi, kolaborasi, dan aktualisasi harus dimulai dari diri sendiri, lalu diperluas melalui kerja sama dengan orang lain dan berbagai elemen umat.

“Tema itu harus hidup dari pribadi kader terlebih dahulu, baru kemudian diwujudkan bersama orang lain. Jangan hanya jadi jargon,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Jam’iyyah Persis tidak boleh tumbuh rasa pesimis. Sikap yang harus dikedepankan adalah optimisme yang disertai aksi nyata. Optimisme tanpa amal hanyalah harapan kosong, sementara aksi tanpa landasan nilai akan kehilangan arah.

Dalam konteks ideologis, ia menegaskan bahwa seluruh gerak Pemuda Persis harus mengacu pada tiga pokok utama, yaitu:

Qur’ani (berlandaskan Al-Qur’an),

Haditsy (berpedoman pada Sunnah Nabi), dan Qiyady (memiliki kepemimpinan dan manhaj perjuangan yang jelas).

Menurutnya, tiga dasar ini adalah kunci untuk melahirkan dampak besar bagi umat dan memperkuat eksistensi Persis sebagai jam’iyyah dakwah dan tajdid.

“Dengan Qur’ani, Haditsy, dan Qiyady, kita bisa melahirkan hal-hal luar biasa bagi umat dan Persis,” ungkapnya.

Di akhir pesannya, Ustadz Ahmad Fadhilah Sulaeman mengingatkan para pengurus agar tidak melupakan asal-usul perjuangan ketika kelak mencapai kesuksesan. Ia mengutip pepatah, jangan sampai kacang lupa pada kulitnya. Menurutnya, kader Pemuda Persis dibesarkan oleh Persis dan karena itu harus kembali mengabdi kepada jam’iyyah.

“Antum besar dan dibesarkan oleh Persis. Maka ketika sudah berhasil, jangan lupa kembali mengabdi ke Jam’iyyah Persatuan Islam. Kita harus saling menguatkan satu sama lain,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan arah gerak PD Pemuda Persis Jakarta Pusat agar tetap kokoh dalam ideologi, kuat dalam intelektual, dan nyata dalam aksi sosial di tengah umat dan masyarakat.

Berita Terkait