Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Sejumlah ledakan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Insiden tersebut disertai dengan laporan keberadaan helikopter dan pesawat yang terbang rendah di langit kota, memicu kepanikan warga.
Video yang memperlihatkan momen ledakan dan helikopter di udara diunggah oleh media internasional TRT World melalui akun Instagram resminya. Dalam rekaman tersebut terlihat beberapa ledakan terjadi di darat saat helikopter melintas di atas wilayah Caracas.
Kantor berita AFP melaporkan pemerintah Venezuela secara resmi menetapkan status darurat nasional setelah kejadian tersebut. Pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat berada di balik insiden itu dan menyebutnya sebagai bentuk agresi militer.
“Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer yang sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan resmi pemerintah yang dikutip AFP.
Pemerintah Venezuela juga menyatakan telah melakukan mobilisasi masyarakat dan aparat keamanan. Menurut pernyataan resmi, serangan tersebut diduga bertujuan untuk merebut sumber daya strategis negara, terutama cadangan minyak dan mineral.
“Tujuan serangan ini tidak lain adalah merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, dengan cara menghancurkan kemerdekaan politik negara secara paksa. Mereka tidak akan berhasil,” lanjut pernyataan tersebut.
Dilaporkan terdapat tujuh ledakan yang terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Selain itu, asap terlihat membumbung dari area hanggar sebuah pangkalan militer di Caracas.
Ledakan tersebut menyebabkan kepanikan warga. Banyak masyarakat terlihat berlarian ke jalanan untuk menyelamatkan diri. Seorang saksi mata, Carmen Hidalgo (21), mengaku merasakan getaran kuat akibat ledakan.
“Seluruh tanah bergetar, ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan suara pesawat,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan. Pemerintah Venezuela, Pentagon, maupun Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi atas permintaan komentar media.
Namun kepada Reuters, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pihaknya memang tengah melakukan serangan di Venezuela. Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah menuduh Washington berupaya memaksakan perubahan pemerintahan di negaranya.
Maduro juga menuding pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya memperoleh akses ke cadangan minyak Venezuela melalui berbagai tekanan, termasuk pengerahan kekuatan militer di kawasan Laut Karibia pada Agustus lalu.


