
Pilihan-Rakyat.com, Jakarta Timur – Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Jakarta Timur sukses melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSYDA) pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di PPI 69 Mantraman, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh seluruh kader HIMA PERSIS Jakarta Timur.
MUSYDA kali ini mengangkat tema “Kepemimpinan Ulul Albab sebagai Jawaban atas Krisis Loyalitas dan Integritas Gerakan HIMA PERSIS.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan internal organisasi mahasiswa Islam di tengah dinamika sosial dan krisis kepercayaan yang dihadapi berbagai organisasi.
Forum MUSYDA berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi serta regenerasi kepemimpinan. Dalam forum tersebut, Muhammad Daffa Al Fajri terpilih sebagai Ketua Umum PD HIMA PERSIS Jakarta Timur untuk periode 2026–2027. Terpilihnya Daffa diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan gerakan dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi.
Dalam sambutannya, Daffa Al Fajri menyampaikan bahwa MUSYDA tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan arah gerak organisasi. “Musyawarah Daerah ini kami harapkan menjadi momentum konsolidasi, refleksi, dan regenerasi kepemimpinan yang aktif serta inklusif,” ujarnya.
Pada masa kepemimpinannya, Daffa menegaskan komitmen untuk membawa PD HIMA PERSIS Jakarta Timur ke arah yang lebih baik melalui visi, misi, dan program kerja yang telah dirumuskan dalam sebuah grand design arah gerak organisasi periode 2026–2027.
Visi yang diusung adalah “Mewujudkan Kepemimpinan Ulul Albab yang Ilmiah, Berintegritas, dan Loyal dalam Mengonsolidasikan Gerakan HIMA PERSIS Jakarta Timur sebagai pelopor perubahan intelektual dan moral di tengah krisis kepercayaan organisasi.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, kepengurusan baru menetapkan sejumlah misi strategis, di antaranya membangun kultur kepemimpinan Ulul Albab melalui penguatan tradisi kajian, diskursus, dan literasi kader. Selain itu, masjid, sekretariat, dan forum kader akan difungsikan sebagai pusat pematangan intelektual dan spiritual guna melahirkan pemimpin yang berpikir strategis dan bertindak solutif.
Misi lainnya adalah mengokohkan loyalitas ideologis dan organisatoris dengan memperkuat pemahaman nilai-nilai Persis dan manhaj perjuangan, menertibkan sistem kaderisasi yang berjenjang dan berkelanjutan, serta membangun solidaritas kader berbasis ukhuwah dan visi perjuangan.
Dalam aspek tata kelola organisasi, kepengurusan baru berkomitmen menegakkan integritas melalui transparansi administrasi dan keuangan, profesionalitas dalam perencanaan dan evaluasi program, serta akuntabilitas di setiap lini kepengurusan.
Selain penguatan internal, PD HIMA PERSIS Jakarta Timur juga menargetkan ekspansi organisasi dengan membuka dan meresmikan minimal dua Pimpinan Komisariat baru dalam satu periode kepemimpinan. Langkah ini akan didukung dengan pemetaan kampus potensial, pembentukan tim ekspansi kaderisasi berbasis kampus, serta sistem pembinaan dan monitoring rutin guna menjamin keberlanjutan komisariat.
Di sisi eksternal, organisasi juga diarahkan agar lebih responsif terhadap isu-isu sosial di Jakarta Timur, seperti pendidikan, moralitas generasi muda, dan problem sosial perkotaan. Kader didorong untuk terlibat aktif dalam advokasi dan aksi nyata berbasis keilmuan serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Melalui MUSYDA ini, PD HIMA PERSIS Jakarta Timur berharap dapat memperkuat perannya sebagai organisasi mahasiswa Islam yang progresif, kritis, dan solutif, sekaligus menjadi pelopor perubahan intelektual dan moral di tengah masyarakat.


