b2

Penerbangan Umrah dari Bandara Internasional Minangkabau ke Jeddah Dihentikan Sementara

By SARLIN WAGOLA March 9, 2026
General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Dony Subardono memberikan keterangan kepada wartawan terkait penerapan pembayaran non-tunai menggunakan kartu elektronik di gerbang masuk Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Jumat (6/3/2026). Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.(Dharma Harisa)

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Dilansir dari Kompas.com, eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada layanan penerbangan internasional di Sumatera Barat. PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) resmi menghentikan sementara penerbangan langsung (charter flight) tujuan Jeddah, Arab Saudi, mulai 3 hingga 18 Maret 2026.

General Manager InJourney Airports BIM, Doni Subardono, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjamin keselamatan jemaah umrah menyusul ketidakpastian keamanan di jalur penerbangan internasional akibat konflik di Timur Tengah.

Selama masa penangguhan sekitar dua minggu tersebut, layanan penerbangan umrah yang biasanya beroperasi dua kali dalam sepekan dari BIM ditiadakan sepenuhnya hingga situasi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

“Saat ini keberangkatan jemaah umrah dari Sumbar memang terbatas akibat konflik. Beberapa jemaah bahkan harus mencari rute alternatif melalui negara lain, seperti Malaysia, sebelum menuju Dubai atau Jeddah,” ujar Doni.

Meski keberangkatan ditunda, akses pemulangan jemaah yang sudah berada di Arab Saudi tetap dibuka. Pada periode 5 hingga 8 Maret 2026, proses kepulangan jemaah menuju BIM dilaporkan berjalan lancar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan bahwa hingga Minggu (7/3/2026) lebih dari seribu jemaah asal Sumbar telah tiba kembali di tanah air dengan selamat.

Menurut Rifki, kelancaran kepulangan tersebut didukung oleh penggunaan penerbangan langsung oleh mayoritas jemaah asal Sumbar. Dengan demikian, mereka tidak terlalu terdampak oleh penutupan sejumlah hub transit internasional seperti Doha di Qatar maupun Dubai di Uni Emirat Arab.

Gelombang kepulangan berikutnya dijadwalkan tiba pada Senin (9/3/2026) dengan membawa sekitar 440 jemaah paket umrah pertengahan Ramadhan.

Seiring perkembangan situasi keamanan global, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan imbauan kepada calon jemaah agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan umrah hingga kondisi di kawasan Timur Tengah kembali stabil.

Untuk mengantisipasi dinamika informasi, manajemen BIM telah menyiagakan posko terpadu guna memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada penumpang dan awak media, khususnya menjelang periode angkutan Lebaran.

Sebelumnya, pihak Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat memperkirakan sekitar 2.500 hingga 3.000 jemaah asal Sumbar masih berada di Arab Saudi dan berpotensi menghadapi kendala dalam proses kepulangan.

Rifki menyebut, jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 58.000 jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi.

“Perkiraan kita untuk Sumatera Barat sekitar 2.500 sampai 3.000 jemaah sedang berada di Arab Saudi. Ada yang berangkat mingguan sekitar 1.000 orang, ditambah paket full musim Ramadhan sekitar 1.500 orang,” kata Rifki kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Berita Terkait