Pilihan-Rakyat, Aceh Utara – Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Rehabilitasi lahan sawah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara dipastikan menggunakan sistem padat karya. Dalam skema ini, petani pemilik lahan mengerjakan langsung sawah mereka dengan upah sebesar Rp 100.000 per hari, yang seluruh biayanya ditanggung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, usai berdialog dengan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kamis (15/1/2026).
“Sistemnya padat karya, petani kerjakan sendiri sawahnya. Upah kerja Rp 100.000 per hari. Alat pertanian diberikan oleh Kementerian Pertanian RI untuk pembersihan lahan pertanian,” ujar Ayahwa.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi terhadap pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara. Dalam kesempatan tersebut, Amran, Ayahwa, dan Titiek Soeharto turut berdialog langsung dengan para petani guna menjelaskan mekanisme pembayaran upah rehabilitasi lahan.
Selain program padat karya, pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian ke Aceh Utara. Bantuan tersebut meliputi pupuk urea sebanyak 200 ton, benih padi 836 ton, traktor roda dua sebanyak 32 unit, serta traktor roda empat sebanyak 11 unit.
“Setelah pembersihan, kita harap petani bisa langsung memulai musim tanam. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan Aceh Utara memastikan siap berkolaborasi untuk pemulihan pascabanjir,” kata Ayahwa.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung pemulihan sektor pertanian dan perikanan di daerah terdampak bencana.
“Kami dukung penuh pemulihan seluruh daerah bencana, termasuk Aceh Utara. Kita ingin segera penghidupan petani pulih dan memulai bersawah kembali,” ujar Titiek Soeharto.


