b2

Usai Ancaman Trum, Petro Perintahkan Pasukan Kolombia Siap Siaga

By SARLIN WAGOLA January 5, 2026
Presiden baru Kolombia, Gustavo Petro, melambaikan tangan saat tiba di Tempat Pemungutan Suara di Bogota, Minggu (19/6/2022).(AP PHOTO/FERNANDO VERGARA)

Pilihan-Rakyat.com, Bogota – Dilansir dari internasional.kompas.com Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan seluruh pasukan keamanan negaranya untuk bersiaga menyusul ancaman Amerika Serikat yang disebut akan menargetkan dirinya setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Melalui pernyataan di platform X pada Senin (5/1), Petro meminta aparat keamanan Kolombia bersatu membela kedaulatan negara dan menegaskan agar pejabat keamanan yang tidak setia kepada konstitusi segera mengundurkan diri.

“Setiap prajurit Kolombia sekarang punya perintah: setiap komandan pasukan keamanan yang lebih menyukai bendera AS ketimbang Kolombia harus segera mundur dari institusi. Konstitusi Kolombia memerintahkan pasukan keamanan untuk membela kedaulatan rakyat,” tulis Petro.

Petro menegaskan bahwa meskipun dirinya bukan prajurit militer, ia memahami perang dan operasi rahasia. Ia juga menyatakan tidak akan ragu mengangkat senjata demi membela rakyat dan kedaulatan Kolombia.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Kolombia dan Presiden Petro telah membanjiri AS dengan narkotika jenis kokain. Trump bahkan menyebut nasib Petro akan sama dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kini menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.

Menanggapi tuduhan itu, Petro dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dalam perdagangan narkoba. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari kepentingan politik tertentu.

“Ini produk kepentingan politikus Kolombia yang terkait secara kekeluargaan atau komersial dengan mafia, yang ingin memecah belah hubungan antara AS dan Kolombia sehingga perdagangan narkoba kokain meledak di dunia,” ujar Petro.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/1), Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang.

AS juga menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Maduro, yang selama ini dituduh memimpin kartel narkoba, kini ditahan di New York dan dijadwalkan menjalani sidang kasus narkoterorisme pada Senin (5/1) pukul 12.00 waktu setempat.

Serangan AS ke Venezuela menuai kecaman dari berbagai negara di dunia karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain.

Berita Terkait