b2

Wali Kota Jakarta Timur Resmi Buka Musda VIII Hima Persis Jakarta Timur, Dorong Kolaborasi Jaga Pemuda dari Tawuran dan Anarkisme

By SARLIN WAGOLA February 21, 2026
Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Hima Persis Jakarta Timur

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Hima Persis Jakarta Timur. Kehadiran Wali Kota di tengah agenda pemerintahan yang padat menjadi bentuk silaturahmi sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk membangun kolaborasi bersama organisasi kemahasiswaan dalam menjaga karakter pemuda dan memperkuat ketahanan sosial di wilayah Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti persoalan tawuran dan anarkisme yang kerap berulang dari periode ke periode. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penindakan, melainkan perlu penguatan pembinaan karakter, literasi, dan gerakan sosial yang menyentuh masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Dalam agenda yang padat, saya bersilaturahmi dengan Hima Persis Jakarta Timur sebagai mitra organisasi kemahasiswaan. Harapannya, kita bisa berkolaborasi menjaga karakter pemuda Jakarta Timur dari anarkisme dan tawuran yang menjadi permasalahan dari periode ke periode,” ujar Munjirin.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa momen ini memiliki makna khusus baginya.
“Hari ini menjadi momen sejarah karena pertama kali saya mengunjungi Persis. Ini menjadi peluang kolaborasi ke depan dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur,” tambahnya.

Menariknya, Wali Kota mengaku tertarik dengan zargon Hima Persis, yakni “Ulul Albab”, yang menjadi simbol intelektualitas dan karakter pemuda berilmu.

“Saya tertarik dengan zargon Hima Persis: Ulul Albab, sebagai simbol intelektualitas. Kebetulan, anak saya yang kedua juga bernama Ulul Albab,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Munjirin mendorong kader dan pengurus Hima Persis Jakarta Timur untuk memperluas manfaat gerakan—bukan hanya di ruang-ruang diskusi, tetapi juga turun ke masyarakat melalui kerja sosial-keagamaan yang konkret.
“Teman-teman Hima Persis Jakarta Timur saya dorong untuk bermanfaat lebih luas sampai akar rumput dalam gerakan sosial keagamaannya,” tutupnya.

Musda VIII Hima Persis Jakarta Timur diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi, penguatan program kaderisasi, serta awal penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemuda, kampus, dan pemerintah untuk Jakarta Timur yang lebih aman, berkarakter, dan produktif.

Berita Terkait