Pilihan-Rakyat.com, Banten – Pemerintah Provinsi Banten terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Surian–Cegog yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang. Jembatan ini menjadi penghubung penting antara Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, dengan wilayah sekitarnya. Pembangunan jembatan tersebut menjadi prioritas setelah struktur lamanya ambruk pada Oktober 2024 akibat kondisi alam dan usia konstruksi yang sudah tidak layak.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa penyelesaian jembatan ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas warga, khususnya para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Pemerintah provinsi, kata Andra, tidak ingin masyarakat terus berada dalam kondisi sulit akibat akses jalan yang terputus.
Progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan difokuskan pada tahap pengecoran akhir dan penyempurnaan struktur agar dapat segera difungsikan. Pemerintah menargetkan jembatan baru ini bisa digunakan masyarakat pada November 2025. Meski belum sepenuhnya dibuka untuk kendaraan bermotor, akses bagi pejalan kaki dipastikan akan tersedia begitu tahap pengecoran selesai.
Pembangunan ini dibiayai melalui relokasi anggaran dari efisiensi APBD Tahun 2025, sesuai dengan arahan pemerintah pusat mengenai efisiensi dan optimalisasi belanja publik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyebutkan bahwa konstruksi jembatan baru memiliki panjang 24 meter dan lebar 4 meter dengan badan jalan selebar 3 meter, menyesuaikan kebutuhan akses transportasi warga di wilayah tersebut.
Selama proses rekonstruksi berlangsung, Pemprov Banten bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menyediakan jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan. Langkah ini diambil agar anak-anak sekolah dan warga yang bekerja tidak terhambat meski proyek utama masih berjalan.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama, terutama bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus melintasi sungai dengan cara berisiko. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk memastikan kondisi jembatan darurat tetap aman digunakan hingga proyek utama selesai.
Dengan percepatan penyelesaian ini, masyarakat Pandeglang diharapkan segera menikmati manfaat nyata berupa peningkatan konektivitas antar desa, kelancaran arus ekonomi, dan jaminan keselamatan pengguna jalan. Pembangunan Jembatan Surian–Cegog menjadi simbol nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk menghadirkan infrastruktur yang berkeadilan dan berpihak pada kebutuhan rakyat di wilayah pedesaan.


