b2

Dafik dan Fakhri Menangkan Pemira FISIP UMJ, Siap Hadirkan Gerakan Inklusif dan Visioner

By SARLIN WAGOLA May 1, 2026
Foto: Mochammad Dafik dan Muhamar Fakhri BEM FISIP UMJ 2026-2027 Terpilih

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Mochammad Dafik dan Muhamar Fakhri resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM FISIP UMJ) setelah memenangkan Pemilihan Raya FISIP UMJ pada 30 April 2026.

Pasangan Dafik-Fakhri berhasil unggul atas pasangan calon nomor urut 02, Tegar Alimudin dan Farhan S. Ismail. Kemenangan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan mahasiswa di lingkungan FISIP UMJ.

Usai ditetapkan sebagai pemenang, Mochammad Dafik menyampaikan bahwa kemenangan ini bukan sekadar kemenangan elektoral, melainkan amanah kolektif untuk membangun gerakan mahasiswa yang lebih terbuka, progresif, dan berpihak pada kebutuhan mahasiswa.

“Kemenangan ini bukan hanya kemenangan Dafik-Fakhri, tetapi kemenangan seluruh mahasiswa FISIP UMJ yang percaya bahwa BEM harus hadir sebagai rumah gerakan, ruang gagasan, dan alat perjuangan bersama. Kami ingin memastikan BEM FISIP ke depan tidak hanya bergerak secara seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang yang inklusif, kritis, dan visioner dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Mochammad Dafik sebagai Ketua BEM FISIP UMJ terpilih.

Dafik menegaskan, kepemimpinan yang akan dibangun bersama Muhamar Fakhri akan berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa, perluasan ruang partisipasi, serta keberpihakan terhadap aspirasi mahasiswa FISIP UMJ.

Salah satu program unggulan yang akan dihadirkan adalah FISIP Career, sebuah program yang dirancang untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia profesional, pengembangan keterampilan, jejaring karier, serta kesiapan menghadapi tantangan pascakampus.

Menurut Dafik, mahasiswa FISIP tidak cukup hanya dibekali kesadaran kritis, tetapi juga perlu memiliki kapasitas strategis untuk terlibat dalam perubahan sosial dan dunia kerja secara lebih percaya diri.

“FISIP Career kami hadirkan sebagai ikhtiar untuk menjawab kebutuhan mahasiswa hari ini. Mahasiswa FISIP harus punya daya saing, punya kapasitas, dan punya keberanian untuk masuk ke ruang-ruang strategis tanpa kehilangan identitas intelektual dan keberpihakan sosialnya. Bagi kami, karier bukan sekadar soal pekerjaan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mampu mengambil peran dalam masyarakat,” kata Dafik.

Sementara itu, Muhamar Fakhri selaku Wakil Ketua BEM FISIP UMJ terpilih menyampaikan bahwa kepemimpinan Dafik-Fakhri akan berupaya membangun BEM yang lebih dekat dengan mahasiswa dan tidak berjarak dari realitas sosial kampus.

Ia menilai, BEM harus mampu menjadi wadah yang menampung banyak suara, bukan hanya milik segelintir kelompok. Karena itu, semangat inklusivitas akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi.

“Kami ingin membawa BEM FISIP UMJ menjadi ruang yang tidak eksklusif, tetapi terbuka bagi seluruh mahasiswa. Gerakan mahasiswa harus dibangun dari keberagaman pikiran, keberanian bersikap, dan kesediaan untuk bekerja bersama. BEM bukan menara yang jauh dari mahasiswa, tetapi harus menjadi barisan terdepan yang mendengar, merangkul, dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa,” ujar Muhamar Fakhri.

Fakhri juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar. Ia memastikan bahwa Dafik-Fakhri akan menjaga kepercayaan mahasiswa dengan kerja nyata dan arah gerakan yang jelas.

“Kami memahami bahwa mandat ini bukan hadiah, melainkan tanggung jawab. Karena itu, kami akan menjawab kepercayaan mahasiswa dengan kerja-kerja yang konkret, gagasan yang tajam, dan gerakan yang berpihak. FISIP UMJ harus menjadi ruang lahirnya mahasiswa yang kritis, adaptif, dan siap memimpin perubahan,” tuturnya.

Dengan terpilihnya Mochammad Dafik dan Muhamar Fakhri, BEM FISIP UMJ diharapkan mampu menghadirkan warna baru dalam gerakan mahasiswa. Keduanya membawa komitmen untuk menjadikan BEM sebagai ruang konsolidasi gagasan, pengembangan kapasitas, serta perjuangan aspirasi mahasiswa yang lebih inklusif dan visioner.

Berita Terkait