b2

Menteri HAM Natalius Pigai Kutuk Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

By SARLIN WAGOLA March 13, 2026
Menteri HAM Natalius Pigai di Kompleks DPR, Jakarta, 2 Februari 2026. Tempo/Dian Rahma

Pilihan-Rakyat.com, JakartaMenteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengutuk keras serangan teror berupa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Selain mengecam peristiwa tersebut, Pigai juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas serangan terhadap aktivis pembela hak asasi manusia itu.

“Saya sudah kutuk tindakan tersebut dan minta aparat usut tuntas,” kata Pigai dalam pesan kepada Tempo, Jumat, 13 Maret 2026.

Serangan terjadi di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor diduga mendekati Andrie dari arah berlawanan sebelum menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan cairan tersebut disiramkan ke bagian depan tubuh Andrie hingga korban terjatuh dari sepeda motornya.

“Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya,” ujar Dimas pada Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut Dimas, sebelum kejadian Andrie baru saja menyelesaikan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah itu, Andrie sempat berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan Cikini sebelum melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor.

Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang yang diduga laki-laki dengan sepeda motor matic mendekati Andrie. Keduanya kemudian menyiramkan cairan kimia yang bersifat korosif ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian pakaian korban bahkan dilaporkan meleleh akibat cairan tersebut.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Setelah serangan terjadi, korban sempat berteriak kesakitan dan menyebut cairan yang disiramkan adalah air keras, sehingga warga sekitar berdatangan memberikan pertolongan.

Saat melarikan diri, salah satu pelaku menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang diduga digunakan untuk membawa cairan tersebut. Kedua pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.

Saat ini Andrie tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Berita Terkait