b2

Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah, Pemerintah Lakukan Evaluasi Menyeluruh

By Vito Rachmawan June 19, 2026
Dok. Kaltim.tribunnews.com

Pilihan-rakyat, Jakarta – Pemerintah memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penataan ulang program unggulan Presiden Prabowo Subianto agar lebih efektif dan tidak membebani anggaran negara.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional program, termasuk kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mekanisme insentif, serta efektivitas penyaluran bantuan kepada kelompok sasaran.

“Selama masa libur sekolah, program akan dihentikan sementara agar Badan Gizi Nasional dapat melakukan evaluasi secara komprehensif,” ujar Qodari dalam keterangan resmi.

Menurut pemerintah, evaluasi tersebut juga mencakup peninjauan sistem pemberian insentif kepada SPPG. Ke depan, insentif akan diberikan berdasarkan jumlah penerima manfaat dan kualitas layanan yang diberikan. Pemerintah memperkirakan penyesuaian skema tersebut dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun.

Selain itu, Badan Gizi Nasional akan melakukan penilaian terhadap seluruh unit SPPG berdasarkan standar fasilitas, proses pengolahan makanan, kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas layanan. Unit dengan kinerja terbaik akan memperoleh insentif lebih besar dibandingkan unit yang dinilai kurang optimal.

Pemerintah juga berencana memfokuskan kembali program MBG kepada kelompok yang dianggap paling membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan efisiensi yang sebelumnya diumumkan oleh Badan Gizi Nasional.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting. Hingga April 2026, pemerintah tercatat telah mengalokasikan sekitar Rp75 triliun untuk pelaksanaan program tersebut.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, program MBG menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persoalan tata kelola, keterlambatan pendanaan operasional di sejumlah dapur layanan, hingga kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional. Pemerintah menegaskan evaluasi yang dilakukan saat ini bertujuan memperkuat tata kelola dan memastikan program berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.

Meski dihentikan sementara selama libur sekolah, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis akan kembali dilanjutkan setelah proses evaluasi selesai. Pemerintah berharap penataan ulang tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga keberlanjutan program di tengah upaya efisiensi anggaran negara.

Berita Terkait