Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Masyarakat Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, hingga kini masih menghadapi persoalan serius terkait akses jalan penghubung menuju pusat Kabupaten Buru. Di tengah usia Kabupaten Buru yang telah memasuki 26 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Maluku Tengah pada 12 Oktober 1999, warga Batabual menilai pembangunan infrastruktur jalan di wilayah mereka masih tertinggal dan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Jalan penghubung antara Kecamatan Batabual dan Kota Namlea sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Buru disebut menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Namun hingga saat ini, kondisi akses jalan tersebut dinilai belum layak dan masih menyulitkan mobilitas warga.
Warga menilai kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Perputaran ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, hingga pelayanan sosial disebut ikut terganggu akibat terbatasnya infrastruktur jalan yang memadai.
“Sudah puluhan tahun masyarakat Batabual belum menikmati akses jalan seperti kecamatan lain di Kabupaten Buru. Padahal jalan ini sangat penting sebagai penghubung utama masyarakat dengan ibu kota kabupaten,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat juga menyoroti sikap Pemerintah Provinsi Maluku yang dianggap belum menunjukkan perhatian maksimal terhadap pembangunan jalan tersebut. Padahal status jalan penghubung Batabual-Namlea disebut telah masuk dalam kategori jalan provinsi.
Di sisi lain, sebagian warga menilai pemerintah provinsi lebih fokus pada pengelolaan sumber daya alam di wilayah Gunung Botak dibandingkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat Batabual.

Akibat kondisi jalan yang belum memadai, aktivitas masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Batabual disebut kerap mengalami hambatan. Warga menggambarkan kondisi ekonomi dan pelayanan publik di wilayah itu berjalan lambat akibat tersumbatnya akses transportasi darat.
Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait keberpihakan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap pembangunan di wilayah Kecamatan Batabual. Warga berharap Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pembangunan akses jalan yang dinilai menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Batabual.
Masyarakat berharap pembangunan jalan penghubung Batabual-Namlea dapat segera direalisasikan agar wilayah tersebut tidak lagi terisolasi dan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dengan kecamatan lain di Kabupaten Buru.


