b2

Pemerintah Perluas Target Swasembada Pangan ke 7 Komoditas Strategis

By SARLIN WAGOLA January 16, 2026
Pemerintah memperluas arah kebijakan swasembada pangan nasional dengan mengincar sejumlah komoditas, mulai dari bawang putih hingga gula. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Dilansir dari pemberitaan cnnindonesia.com, Pemerintah memperluas arah kebijakan swasembada pangan nasional dengan menyasar sejumlah komoditas strategis pada tahun ini. Langkah tersebut diambil setelah Indonesia dinyatakan mencapai swasembada beras dan jagung hingga akhir 2025.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan bahwa capaian swasembada beras dan jagung akan tetap dipertahankan pada 2026. Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pemerintah mulai mendorong swasembada komoditas pangan lainnya, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Presiden menekankan agar agenda swasembada tidak berhenti pada beras dan jagung, tetapi diperluas ke komoditas lain yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Sudaryono.

Selain tanaman pangan, pemerintah juga menyiapkan penguatan swasembada protein hewani serta sejumlah komoditas hortikultura. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan di setiap daerah serta mengurangi ketergantungan pasokan antarwilayah, khususnya di luar Pulau Jawa.

Adapun sejumlah komoditas pangan yang masuk dalam target swasembada nasional antara lain:

Beras dan Jagung

Indonesia telah mencapai swasembada beras dan jagung pada 2025. Pemerintah menargetkan capaian ini tetap terjaga pada 2026 melalui penguatan produksi dan sistem distribusi nasional.

Gula

Pemerintah mulai mendorong swasembada gula untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri. Produksi tebu nasional pada 2025 tercatat meningkat menjadi sekitar 39–40 juta ton. Meski demikian, produksi gula masih menghadapi kendala penurunan rendemen.

Garam

Swasembada garam ditargetkan mencakup garam konsumsi dan garam industri. Produksi garam nasional pada 2025 mencapai sekitar 2,3 juta ton dan diproyeksikan meningkat secara terbatas pada 2026. Tantangan utama masih terletak pada pemenuhan kebutuhan garam industri yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun.

Telur

Pemerintah menyiapkan program peningkatan produksi telur, terutama di luar Pulau Jawa. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari Jawa sekaligus mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Daging Ayam

Daging ayam menjadi prioritas dalam swasembada protein hewani. Produksi nasional pada 2025 tercatat surplus, namun distribusi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah mendorong pemerataan produksi melalui pengembangan peternakan di berbagai daerah.

Bawang Putih

Bawang putih masuk dalam peta jalan swasembada nasional hingga 2029. Pemerintah menilai kebutuhan nasional relatif tidak besar dan dapat dipenuhi melalui penanaman sekitar 100 ribu hektare, didukung pembibitan unggul serta penentuan lokasi tanam yang sesuai.

Dengan perluasan target swasembada ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat dan ketergantungan terhadap impor pangan dapat terus ditekan.

Berita Terkait