Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya Kesehatan Mental (First Aider) untuk Cetak Mahasiswa Peduli Kesehatan Mental
Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Menurut WHO, stress adalah kondisi ketegangan atau tekanan mental yang muncul ketika seseorang menghadapi situasi sulit atau menantang. Fenomena stres banyak dialami oleh remaja, perkembangan pesat secara fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Masa remaja ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik, tekanan sosial, serta perubahan emosional yang kompleks. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa lebih dari 30% remaja di dunia mengalami stres sedang hingga berat, dan sekitar 20%. Stress merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang dialami remaja, didalam dunia kademik sendiri masih banyak kita dengar masalah lainnya yang berdampak pada kesehatan mental remaja, seperti perundungan (bullying), kecemasan, streotip dan stigma, depresi, dan lain-lain.
Terkadang seseorang tidak selalu ingin segera mendapatkan solusi atas masalah-masalah tersebut, tetapi sekedar ingin dan dapat bercerita dengan seseorang yang akan membuat lebih lapang dari masalah / tekanan yang dihadapi. Untuk itulah Workshop First Aider Pendidik Sebaya Kesehatan Mental ini hadir. Pelatihan ini ditujukan bagi mahasiswa FIKES UHAMKA Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Gizi semester 2 hingga 5. Sebanyak 26 orang. Peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai kesehatan mental, komunikasi suportif, serta peran sebagai Mental Health First Aider di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pelatihan daringmelalui Zoom Meeting pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 09.00–16.00 WIB. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan luring pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 09.00–16.00 WIB, bertempat di Kampus A UHAMKA, Jalan Limau II, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi komprehensif dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya. Andi Sari Bunga, S.KM., M.Sc., PH., CPHM. membawakan materi Komunikasi Antar Pribadi sebagai bekal membangun komunikasi yang efektif dan empatik. Selanjutnya, Dr. Indah Kusumaningrum, S.TP., M.S. mengulas keterkaitan antara Gizi dan Kesehatan Mental.
Peserta juga dilatih keterampilan Active Listening (Mendengarkan Secara Aktif) oleh Hidayati, S.K.M., M.K.M., CDS., CPHM., C.Ht., yang merupakan kemampuan penting dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya. Sebagai penutup, Pelita Verawaty Sinaga, S.Psi., Psikolog memberikan arahan mengenai Konsep Dasar Literasi Kesehatan Mental, Deteksi Dini, dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) sehingga peserta memiliki bekal untuk menjadi Mental Health First Aider yang tepat di lingkungan kampus maupun masyarakat. Tak kalah seru dirangkaian Workshop online para peserta mendapatkan praktik komunikasi antara pribadi kembali bersama Andi Sari Bunga, S.KM., M.Sc., PH., CPHM dan tim dosen Poltekkes Jakarta Tiga.
Praktik pengukuran status gizi, sebagai implementasi gizi dan kesehatan mental dengan narasumber Fitria, M.K.M., ada juga Dr. Evindiyah Prita Dewi yang pakar dalam Kebijakan Kesehatan sebagai narasumber kebijakan kesehatan menyebutkan bahwa Program Kesehatan Mental merupakan daya dukung dalam Kesehatan Masyarakat Perkotaan yang keterampilannya haruslah dimiliki oleh masyarakat akademik di lingkungan perkotaan seperti Kampus A UHAMKA sebagai bentuk sinergitas helix, antara akademik, masyarakat dan stakeholder terkait, Lutfi Kusumaningtyas, M.Gz sebagai narasumber untuk instrument pelengkap penilaian status gizi, dengan data konsumsi . Metode pelatihan offline dilaksankanakan dalam bentuk ceramah,simulasi, demonstrasi, diskusi, dan roleplay
Padatnya aktivitas dan ilmu yang diberikan juga memberikan kesan menyenangkan dan bermanfaat bagi Hanun Syifa peserta yang mengikuti Workshop ini menjadikan ilmu dan bekal yang sangat bermanfaat bukan hanya diri sendiri tapi memberikan dampak kepada orang lain dan masyarakat.
Berbagai manfaat memang dijadikan tujuan oleh panitia penyelengggara, di antaranya memperluas jejaring sosial, meningkatkan kemampuan menjadi pendidik sebaya (First Aider), peserta juga akan terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah binaan Kelurahan Cipete Utara sebagai bentuk implementasi ilmu yang telah diperoleh.
Pelatihan ini juga menunjukkan komitmen Fakultas Ilmu-Ilmu Keseahtan (FIKes) UHAMKA dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendidik Sebaya Kesehatan Mental (First Aider). Kegiatan ini mengusung semangat “Sehat Mental, Peduli Sesama, Aksi Nyata Mahasiswa Berdaya” sebagai upaya membentuk mahasiswa yang mampu menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan awal, serta mengarahkan teman sebaya kepada layanan yang tepat ketika menghadapi permasalahan kesehatan mental.
Melalui program ini, FIKES UHAMKA berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, memperkuat budaya saling mendukung antar mahasiswa, serta meningkatkan kesadaran bahwa setiap individu dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental.
“Menjadi pendidik sebaya adalah langkah kecil dengan dampak besar. Bersama, mari wujudkan kampus yang lebih peduli, lebih suportif, dan lebih sehat secara mental.” (HTI)




