b2

Dampak Gempa Sulawesi Tengah Masih Berlanjut, Korban dan Kerusakan Terus Didata

By Vito Rachmawan June 18, 2026
Dok. Media Alkhairat

Pilihan-rakyat, Palu – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah beberapa hari lalu masih terus dirasakan masyarakat. Hingga Kamis (18/6), proses pendataan korban dan kerusakan bangunan masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait.

Berdasarkan laporan sementara, gempa yang berpusat di wilayah pesisir Sulawesi Tengah tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka-luka. Selain itu, ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan bangunan pemerintahan juga terdampak akibat guncangan yang terjadi. Di beberapa wilayah, warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara atau mendirikan tenda di sekitar rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Tim medis juga diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami luka maupun trauma pascagempa.

Kepala BNPB menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus mempercepat proses asesmen kerusakan. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa susulan masih terjadi meskipun dengan kekuatan yang lebih kecil dibanding gempa utama. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu tsunami atau gempa besar susulan.

Pengamat kebencanaan menilai peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko gempa bumi, mengingat Sulawesi Tengah berada di kawasan yang aktif secara tektonik dan memiliki sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, pemerintah memastikan seluruh instansi terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Warga terdampak juga diharapkan dapat segera kembali menjalankan aktivitas secara normal setelah kondisi dinyatakan aman oleh otoritas setempat.

Hingga Kamis sore, petugas masih melakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat gempa tersebut.

Berita Terkait