b2

64 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera Utara, Warga Medan Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

By SARLIN WAGOLA August 24, 2026
Kondisi rumah warga yang terdampak angin puting beliung. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)

Pilihan-Rakyat.com, Medan – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mencatat sebanyak 64 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (23/8). Keberadaan titik panas tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, mengatakan puluhan hotspot tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara.

“Pada Minggu (23/8), terdeteksi sebanyak 64 titik panas di Sumatera Utara,” kata Budi kepada CNN Indonesia, Senin (24/8).

Berdasarkan pemantauan BBMKG, Kabupaten Karo menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 14 titik. Selanjutnya Labuhanbatu Utara sebanyak 11 titik, Labuhanbatu 7 titik, Padang Lawas Utara 7 titik, Dairi 6 titik, Humbang Hasundutan 6 titik, dan Tapanuli Tengah 5 titik.

Sementara itu, masing-masing dua titik panas terpantau di Asahan, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Adapun Langkat dan Pakpak Bharat masing-masing terdeteksi satu titik panas.

Namun, jumlah hotspot mengalami penurunan pada Senin (24/8). Hingga pukul 15.00 WIB, BBMKG mencatat hanya terdapat enam titik panas, yakni dua titik di Kabupaten Labuhanbatu dan empat titik di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Suhu Medan Capai 36,1 Derajat Celsius

Di tengah kondisi tersebut, suhu udara di Kota Medan tercatat cukup tinggi. BBMKG mencatat suhu maksimum mencapai 36,1 derajat Celsius pada Senin (24/8) sekitar pukul 13.00–14.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat masyarakat Kota Medan merasakan cuaca yang sangat terik. Menurut Budi, suhu panas dipengaruhi oleh massa udara yang relatif kering sehingga pertumbuhan awan menjadi berkurang.

“Hal itu menyebabkan cahaya matahari yang sampai ke permukaan maksimum,” jelasnya.

Meski suhu cukup panas, BBMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Langkat, Binjai, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, dan Simalungun.

Potensi hujan juga mencakup Pematangsiantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal hingga Kepulauan Nias.

Waspadai Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi secara lokal. Fenomena tersebut umumnya berlangsung singkat dengan durasi sekitar lima hingga 10 menit.

Budi menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat atmosfer yang labil atau tidak stabil di sejumlah wilayah dengan cakupan yang relatif terbatas.

“Potensi angin kencang masih ada yang umumnya bersifat lokal dengan durasi singkat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi cuaca Sumatera Utara saat ini dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya aktivitas gelombang atmosfer di pesisir timur Sumatera Utara, belokan serta pertemuan angin dari Samudera Hindia hingga lereng timur Sumatera Utara, serta suhu muka laut yang lebih hangat dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan lebat, petir, hingga angin kencang.

Di sisi lain, penguatan Monsun Australia turut menyebabkan kondisi cerah hingga berawan pada pagi dan siang hari. Kondisi tersebut memicu pemanasan permukaan secara optimal atau solar heating, yang kemudian meningkatkan ketidakstabilan atmosfer dan mendukung pembentukan awan hujan pada siang hingga malam hari.

“Cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan secara umum masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Budi.

Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi BMKG

BBMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, kepala daerah di Sumatera Utara diimbau terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat untuk melakukan langkah antisipasi apabila terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Sumber: CNN Indonesia/BBMKG Wilayah I Medan

Berita Terkait