b2

Polisi Evakuasi 16 Kantong Jenazah Korban Longsor dan Banjir Bandang di Cisarua

By SARLIN WAGOLA January 25, 2026
Sejumlah potongan tubuh korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ditemukan di lokasi pencarian.(KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

Pilihan-Rakyat.com, Bandung Barat – Dikutip dari pemberitaan kompas.com, Kepolisian telah mengevakuasi sebanyak 16 kantong jenazah korban bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sembilan korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum diketahui identitasnya masih terus berlangsung.

“Total ada 16 kantong jenazah yang sudah dievakuasi. Sembilan di antaranya telah teridentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra, Minggu (25/1/2026).

Hendra merinci, sembilan korban yang telah teridentifikasi terdiri atas lima jenazah laki-laki dan empat jenazah perempuan, dengan rentang usia dari usia produktif hingga lanjut usia.

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis forensik, pencocokan data ante mortem, serta verifikasi bersama pihak keluarga korban. Sementara itu, terhadap jenazah yang belum teridentifikasi, tim telah mengambil sampel DNA untuk keperluan pencocokan data lebih lanjut.

“Jenazah yang belum teridentifikasi saat ini disimpan sementara di RSUD Cibabat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi jenazah sekaligus mempercepat proses pencocokan dengan laporan orang hilang,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara cermat dan berlapis guna menghindari kekeliruan dalam penetapan identitas korban.

“Kami mengutamakan prinsip kehati-hatian dan kemanusiaan agar identitas korban benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Hendra.

Di tengah proses pencarian dan identifikasi yang masih berlangsung, Polda Jawa Barat juga memastikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan. Sejumlah pos kesehatan telah disiagakan untuk memantau kondisi warga terdampak serta mencegah timbulnya penyakit pascabencana.

“Kami berupaya memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sembari terus mendukung upaya pemulihan pascabencana,” pungkasnya.

Berita Terkait