Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Dikutip dari kompas.com, Otoritas maritim Malaysia menangkap sedikitnya 210 warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi pengawasan laut bertajuk Ops Khas Pagar Laut 1/2026 yang berlangsung sejak 27 Februari hingga 10 April 2026. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah Malaysia dalam menekan aktivitas ilegal di wilayah perairannya.
Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia, Mohd Rosli Abdullah, menyatakan bahwa WNI menjadi kelompok warga asing terbanyak yang ditangkap selama operasi tersebut.
“Warga Indonesia mencatat jumlah tertinggi dengan 210 orang, disusul warga Myanmar sebanyak 84 orang,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan Bernama, Minggu (12/4/2026).
Secara keseluruhan, operasi ini berhasil menangkap 617 orang dari berbagai negara dan menyita barang ilegal senilai sekitar 4,6 juta ringgit Malaysia.
Jalur Laut Masih Rawan
Otoritas Malaysia menilai jalur laut tetap menjadi titik rawan masuknya aktivitas ilegal lintas negara, termasuk penyelundupan manusia dan barang terlarang. Dalam operasi tersebut, aparat mengerahkan berbagai aset, mulai dari kapal patroli hingga pemantauan udara.
Selain itu, sistem pengawasan laut juga diperkuat untuk mendeteksi pergerakan mencurigakan sejak dini. Sepanjang operasi, berbagai pelanggaran hukum ditemukan, mulai dari pelanggaran undang-undang perikanan, aturan pelayaran, hingga pelanggaran imigrasi.
Menurut laporan Malay Mail, kasus terbanyak tercatat di wilayah Sabah dan Labuan, disusul Johor serta Kedah dan Perlis. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur strategis yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas lintas batas ilegal.
Edukasi dan Pengawasan Diperkuat
Selain penindakan, otoritas Malaysia juga meningkatkan program edukasi bagi masyarakat pesisir. Langkah ini bertujuan mendorong partisipasi publik dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di laut.
Operasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Malaysia dalam memberantas kejahatan maritim, terutama menjelang periode peningkatan aktivitas menjelang hari besar. Pemerintah setempat menegaskan akan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah perairan.
Penangkapan ratusan warga asing dalam waktu singkat, termasuk ratusan WNI, menunjukkan besarnya tantangan dalam pengawasan perbatasan laut di kawasan Asia Tenggara.


