Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian negosiasi intensif yang dimediasi oleh Pakistan. Penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan bahwa kedua negara telah menyetujui penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon. Menurutnya, sebelum penandatanganan resmi dilakukan, para mediator akan memfasilitasi sejumlah pertemuan untuk membahas langkah-langkah implementasi kesepakatan tersebut.
Sharif menjelaskan bahwa pembahasan awal tersebut akan menjadi landasan bagi dialog teknis antara kedua pihak guna memastikan pelaksanaan perjanjian berjalan sesuai kesepakatan. Ia juga mengapresiasi peran berbagai mitra regional yang turut mendukung proses diplomasi tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai. Melalui pernyataannya, Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran menjadi bagian dari langkah pascaperdamaian yang telah disepakati.
Pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai penting bagi perdagangan energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Sejumlah laporan menyebut pasar energi merespons positif perkembangan tersebut dengan penurunan harga minyak setelah pengumuman kesepakatan damai.
Meski demikian, sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi ekonomi, dilaporkan masih akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan lanjutan setelah penandatanganan perjanjian.
Rencana penandatanganan kesepakatan damai tersebut juga disebut akan dihadiri oleh Wakil Presiden AS JD Vance. Jika terealisasi sesuai jadwal, kesepakatan ini akan menjadi salah satu perkembangan diplomatik paling signifikan dalam upaya meredakan ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir memicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Informasi mengenai kesepakatan damai ini masih merujuk pada pernyataan para pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Rincian lengkap isi perjanjian dan mekanisme pelaksanaannya diperkirakan akan diumumkan setelah penandatanganan resmi pada 19 Juni mendatang.


