Pilihan Rakyat, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait nasib 21.000 lebih unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihaknya akan memastikan seluruh barang yang telah dibeli menggunakan anggaran negara dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk kendaraan listrik tersebut.
“Secara keseluruhan bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025 sebenarnya kami inginnya dimaksimalkan,” ujar Agustina Arumsari.
Menurut Agustina, pemanfaatan aset tidak hanya mencakup motor listrik, tetapi juga berbagai perlengkapan pendukung lainnya seperti perangkat teknologi informasi (IT), laptop, hingga CCTV.
BGN menyebut evaluasi terus dilakukan agar aset yang sudah tersedia dapat digunakan sesuai kebutuhan dan tidak menjadi barang yang tidak terpakai.
Sebelumnya, pengadaan ribuan motor listrik tersebut menuai perhatian karena nilai anggarannya yang mencapai sekitar Rp1 triliun. Publik mempertanyakan efektivitas penggunaan kendaraan tersebut setelah program menjadi sorotan.
BGN menegaskan akan mengoptimalkan penggunaan aset tersebut agar tetap memberikan manfaat sesuai tujuan awal pengadaan.


