Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Dilansir dari sumber rmol.id, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyampaikan dugaan adanya keterlibatan sejumlah aktor politik dan tokoh tertentu di balik aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (16/6).
Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang menurut mereka menunjukkan adanya keterlibatan pihak di luar gerakan mahasiswa. Salah satu dugaan yang disampaikan adalah keterkaitan antara pimpinan aksi penolakan MBG, Tiyo Ardianto, dengan jaringan yang disebut memiliki hubungan dengan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
Menurut Rahmat, dugaan tersebut didasarkan pada informasi mengenai kendaraan yang digunakan oleh pimpinan aksi serta keterkaitan dengan sejumlah tokoh yang pernah terlibat dalam aktivitas politik nasional. Ia juga menyinggung kehadiran sejumlah tokoh dalam sebuah forum kebangsaan di Bandung yang diikuti oleh Tiyo Ardianto dan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
BEM Bersatu menilai dugaan keterlibatan pihak eksternal tersebut perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi independensi gerakan mahasiswa. Organisasi itu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya tetap berdiri sebagai representasi aspirasi masyarakat dan tidak menjadi alat kepentingan politik praktis.
Selain menyoroti dugaan penunggangan politik, BEM Bersatu juga mempertanyakan fokus isu yang diangkat dalam aksi penolakan MBG. Menurut mereka, program tersebut memiliki dampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat sehingga evaluasi terhadap program perlu dilakukan secara objektif dan konstruktif.
Atas dasar itu, BEM Bersatu menyatakan menolak segala bentuk intervensi maupun mobilisasi mahasiswa yang diduga bertujuan untuk kepentingan politik tertentu. Mereka menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak terseret dalam persaingan politik kekuasaan.
Hingga berita ini ditulis, tudingan yang disampaikan BEM Bersatu tersebut masih berupa pernyataan dan dugaan dari salah satu pihak. Belum terdapat tanggapan atau klarifikasi dari pihak Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso maupun Tiyo Ardianto terkait tuduhan yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut. Untuk memenuhi prinsip keberimbangan dan praduga tak bersalah, ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.


