Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Jakarta memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung sepanjang Agustus 2026. Di tengah momentum bulan kemerdekaan, sejumlah kebijakan, kerja sama strategis, program sosial, penguatan ekonomi, hingga langkah penanganan lingkungan menunjukkan bahwa pemerintahan Jakarta terus bergerak dan bekerja untuk masyarakat.
Bagi HIMA PERSIS Jakarta, produktivitas pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya agenda, tetapi dari sejauh mana agenda tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap berorientasi pada kemanusiaan, kebudayaan, pelayanan publik, dan kesejahteraan warga.
“Bulan kemerdekaan tahun ini menunjukkan bahwa Jakarta tidak berhenti bekerja. Ada penguatan hubungan internasional, perlindungan sosial, pelayanan transportasi, investasi, kebudayaan, lingkungan, hingga kerja sama antarkota. Kami melihat ini sebagai tanda positif bahwa pemerintahan harus hadir dengan kerja nyata,” ujar HIMA PERSIS Jakarta.
1. Penguatan Hubungan Jakarta dengan Arab Saudi dalam Bidang Keagamaan dan Kebudayaan
Dalam konteks hubungan Indonesia-Arab Saudi yang semakin berkembang, HIMA PERSIS Jakarta memandang Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat diplomasi keagamaan dan kebudayaan internasional.
2. Transportasi Publik Mendukung 12.000 Peserta Merdeka Run
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kegiatan olahraga. Merdeka Run 2026 pada 29 Agustus 2026 diikuti sekitar 12.000 peserta, meningkat dari target awal 8.000 peserta. Kegiatan ini mengambil rute 8 kilometer dan juga menyediakan kategori bagi peserta berkebutuhan khusus.
Untuk mendukung mobilitas peserta, TransJakarta memberikan layanan gratis bagi peserta Merdeka Run yang telah terdaftar, dengan menunjukkan BIB Number. Layanan gratis tersebut berlaku pada 29 Agustus 2026 pukul 03.00–12.00 WIB,
HIMA PERSIS Jakarta menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kolaborasi positif antara pelayanan transportasi publik dan kegiatan masyarakat. Transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan kota yang mendukung kegiatan nasional dan kemasyarakatan.
3. 219.252 Penerima Manfaat Mendapatkan Bansos PKD
Pada aspek perlindungan sosial, Pemprov DKI Jakarta kembali menyalurkan Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) periode Agustus 2026 kepada 219.252 penerima manfaat.
Bantuan tersebut mencakup tiga program utama, yaitu Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Data penerima telah melalui proses verifikasi dan pemadanan data secara berkala untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
HIMA PERSIS Jakarta mengapresiasi langkah tersebut sebagai bagian dari keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.
4. Penguatan Kerja Sama Jakarta-Bucheon di Bidang Kesehatan dan Kebudayaan
Kerja sama Jakarta dengan Bucheon, Korea Selatan, juga menjadi salah satu perkembangan positif pada Agustus 2026.
Kunjungan Wali Kota Bucheon Cho Yong-eek bersama delegasi bisnis dan institusi medis Korea Selatan ke Jakarta pada 25 Agustus 2026 membuka peluang penguatan kemitraan antarkota, khususnya dalam bidang kesehatan.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Pramono Anung, dibahas peluang bagi tenaga kesehatan Jakarta untuk belajar dari pengalaman Bucheon. Selain kesehatan, kedua pihak juga membicarakan potensi kerja sama kebudayaan, termasuk hubungan antara Bucheon International Fantastic Film Festival dan Jakarta Film Week.
HIMA PERSIS Jakarta menilai kerja sama tersebut relevan dengan agenda Jakarta sebagai kota global karena hubungan internasional harus menghasilkan pertukaran pengetahuan, peningkatan kualitas SDM, dan manfaat konkret bagi masyarakat.
5. Penguatan Kerja Sama dengan Republik Rakyat Tiongkok dalam Smart City, Transportasi, dan Tata Kelola
HIMA PERSIS Jakarta juga memberikan perhatian positif terhadap upaya Jakarta memperkuat jejaring kerja sama internasional dalam bidang smart city, transportasi, dan tata kelola perkotaan, termasuk dengan mitra dari Republik Rakyat Tiongkok.
Kerja sama semacam ini perlu diarahkan bukan sekadar pada pertukaran teknologi, tetapi pada transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola kota yang semakin kompleks.
Jakarta membutuhkan inovasi tata kelola yang mampu menjawab persoalan kemacetan, kepadatan penduduk, kualitas udara, pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, dan integrasi transportasi.
HIMA PERSIS Jakarta mendorong agar kerja sama internasional tersebut selalu ditempatkan dalam kerangka kepentingan publik, kemandirian teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan tata kelola yang transparan.
6. Jakarta Investment Festival 2026: Membuka Peluang Investasi hingga Rp115 Triliun
Salah satu agenda ekonomi terbesar pada Agustus adalah Jakarta Investment Festival (JIF) 2026 yang diselenggarakan pada 27–28 Agustus 2026 di Shangri-La Jakarta.
JIF 2026 menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan nilai indikatif mencapai Rp115 triliun. Forum tersebut menghadirkan lebih dari 60 kolaborator, sekitar 60 pembicara, 37 proyek investasi, 20 sesi kegiatan, dan sekitar 30 stan pameran.
HIMA PERSIS Jakarta memandang JIF sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Jakarta dalam kompetisi investasi global. Investasi harus menjadi instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas infrastruktur, mengembangkan kawasan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
7. FLONA 2026: Menggabungkan Wisata, Edukasi, dan Kesadaran Lingkungan
Pada 28 Agustus–27 September 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Flora dan Fauna (FLONA) 2026 di Taman Lapangan Banteng dengan tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta.”
FLONA 2026 tidak hanya menjadi pameran flora dan fauna, tetapi juga menjadi ruang edukasi masyarakat mengenai keanekaragaman hayati Indonesia, lingkungan hidup, dan pentingnya ruang terbuka hijau.
HIMA PERSIS Jakarta mengapresiasi pendekatan tersebut karena pembangunan kota global harus tetap memiliki hubungan yang kuat dengan lingkungan dan keberlanjutan.
8. Operasi Modifikasi Cuaca, Polutan Turun hingga 57 Persen
Dalam menghadapi musim kemarau dan persoalan kualitas udara, Pemprov Jakarta bersama BMKG dan pihak terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Hingga 26 Agustus 2026, tercatat 24 sorti penerbangan dengan total durasi sekitar 21 jam. Pada 27 Agustus, OMC menghasilkan hujan di sejumlah wilayah Jakarta. Evaluasi sementara menunjukkan penurunan polutan di sejumlah wilayah pada kisaran 23–50 persen, dengan penurunan tertinggi sementara mencapai 57 persen.
HIMA PERSIS Jakarta menilai langkah tersebut sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang membutuhkan tindakan cepat.
Namun, HIMA PERSIS Jakarta juga mengingatkan bahwa OMC tidak boleh menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah tetap perlu memperkuat pengendalian emisi kendaraan, industri, transportasi publik, ruang terbuka hijau, serta edukasi masyarakat. Hal tersebut juga ditegaskan BPBD bahwa OMC bukan solusi tunggal untuk persoalan kualitas udara.
HIMA PERSIS: Produktivitas Harus Berlanjut
HIMA PERSIS Jakarta melihat rangkaian agenda tersebut sebagai gambaran bahwa Agustus 2026 menjadi bulan yang cukup produktif bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Mulai dari perlindungan sosial bagi 219.252 penerima manfaat, dukungan transportasi bagi sekitar 12.000 peserta Merdeka Run, penguatan hubungan internasional, kerja sama kesehatan dan kebudayaan dengan Bucheon, pengembangan jejaring smart city, promosi investasi melalui JIF, edukasi lingkungan melalui FLONA, hingga penanganan dampak musim kemarau dan polusi udara.
“Kami mengapresiasi kinerja positif ini. Tentu apresiasi bukan berarti tanpa kritik. Justru apresiasi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kualitas pemerintahan. Kami berharap apa yang dilakukan pada Agustus dapat menjadi standar produktivitas untuk bulan-bulan berikutnya,” tegas HIMA PERSIS Jakarta.
HIMA PERSIS Jakarta juga berharap Gubernur Pramono Anung dapat menjadi contoh bagi pemimpin daerah lainnya bahwa kepemimpinan harus diwujudkan melalui kerja yang produktif, terukur, kolaboratif, dan memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
Namun, pekerjaan rumah Jakarta masih panjang. HIMA PERSIS Jakarta secara khusus mendorong agar produktivitas pemerintahan ke depan semakin diperkuat pada sektor pendidikan dan pelayanan publik.
Pendidikan harus menjadi prioritas karena kualitas manusia merupakan fondasi utama kota global. Jakarta membutuhkan generasi muda yang berpendidikan, memiliki keterampilan, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing dalam ekonomi global.
Begitu pula pelayanan publik harus terus diperbaiki agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah bukan hanya melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui pelayanan sehari-hari yang cepat, mudah, transparan, inklusif, dan manusiawi.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Jakarta sebagai kota global bukan semata-mata seberapa besar investasi yang masuk, seberapa tinggi gedung yang dibangun, atau seberapa luas jaringan internasional yang terbentuk. Ukuran paling penting adalah apakah kemajuan kota berjalan beriringan dengan kemajuan manusianya.
HIMA PERSIS Jakarta berharap kinerja positif pada bulan kemerdekaan ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Jakarta harus menjadi kota yang maju kotanya, kuat ekonominya, sehat lingkungannya, baik pelayanan publiknya, serta unggul manusianya.



