b2

Istana Cek Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Mahasiswa UBK Usai Audiensi dengan Gibran

By Vito Rachmawan June 23, 2026
Dok. ANTARA

Pilihan-rakyat, Jakarta – Istana Kepresidenan mulai menelusuri informasi yang beredar terkait dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) setelah mengikuti aksi demonstrasi dan bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden. Isu tersebut mencuat setelah beredarnya pengakuan beberapa mahasiswa dalam forum internal kampus yang kemudian viral di media sosial.

Waki Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suharyanto menyatakan pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap informasi yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, Istana belum dapat memberikan kesimpulan sebelum memperoleh fakta dan keterangan yang lengkap dari berbagai pihak terkait. Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang beredar perlu diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat.

Polemik bermula setelah muncul pengakuan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin, yang menyampaikan bahwa dirinya menerima sejumlah uang setelah rangkaian aksi demonstrasi dan audiensi dengan Wakil Presiden. Pengakuan tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai tujuan pemberian dana serta pihak yang diduga terlibat.

Sebelumnya, pada 15 Juni 2026, sebanyak 15 perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk UBK, diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden setelah menggelar aksi demonstrasi di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional, evaluasi kebijakan pemerintah, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak Istana menegaskan bahwa pertemuan antara Wakil Presiden dan mahasiswa merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut disebut telah diterima dan dicatat untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Di tengah berkembangnya polemik, sejumlah mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan meminta adanya klarifikasi menyeluruh terkait dugaan penerimaan uang tersebut. Mereka menilai transparansi diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil resmi dari penelusuran yang dilakukan pemerintah maupun aparat penegak hukum terkait asal-usul dana yang disebut dalam pengakuan tersebut. Istana menyatakan akan menunggu proses verifikasi sebelum menyampaikan sikap resmi mengenai isu yang tengah menjadi perhatian publik itu.

Berita Terkait