Pilihan-rakyat, Jakarta – Pemerintah berencana kembali melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal di tengah meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai penghematan yang tengah dibahas diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun, dengan kemungkinan disertai penyesuaian jumlah penerima manfaat.
Rencana tersebut merupakan lanjutan dari evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan program MBG. Berdasarkan pembahasan internal, efisiensi dilakukan setelah ditemukan sejumlah pos belanja yang dinilai belum optimal, sehingga anggaran dapat difokuskan pada komponen yang dianggap lebih prioritas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah bersama BGN masih menyusun skema penajaman anggaran sebelum disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, besaran penghematan belum diputuskan secara final, namun efisiensi diperkirakan cukup signifikan dan menjadi bagian dari strategi menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas yang ditetapkan pemerintah.
Selain pengurangan anggaran, pemerintah juga mengevaluasi cakupan penerima manfaat program. Dalam kajian yang sedang dibahas, jumlah penerima MBG berpotensi disesuaikan dari sekitar 62,5 juta orang menjadi 49 juta orang melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pembahasan pemerintah dengan DPR.
Pemerintah juga mempertimbangkan penghentian sementara penambahan lebih dari 13 ribu dapur baru yang sebelumnya direncanakan untuk mendukung distribusi makanan bergizi di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan program tanpa mengurangi kualitas layanan bagi kelompok yang tetap menjadi sasaran utama.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan secara bertahap sejak awal 2025. Pada awal penyusunan APBN 2026, program ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun sebelum dikurangi menjadi Rp268 triliun pada Mei 2026. Apabila rencana efisiensi terbaru disetujui, total anggaran MBG akan kembali mengalami penyesuaian.
Pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk efisiensi anggaran, bukan penghentian program. Evaluasi dilakukan untuk memastikan penggunaan dana negara lebih efektif, memperbaiki tata kelola, serta menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai penyesuaian anggaran menjadi tantangan tersendiri karena MBG merupakan salah satu program unggulan yang menjadi perhatian publik sejak diluncurkan.
Keputusan akhir mengenai besaran anggaran dan jumlah penerima manfaat akan ditetapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembahasan bersama Badan Gizi Nasional dan DPR. Hingga kini, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sambil menunggu hasil final evaluasi anggaran.


