
Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (28/8). Rupiah berada di level Rp17.693 per dolar AS atau menguat 51 poin setara 0,29 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.
Sejumlah mata uang Asia tercatat menguat. Ringgit Malaysia naik 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, sementara won Korea Selatan menguat 0,69 persen.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia lainnya mengalami pelemahan. Yuan China turun 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,66 persen, yen Jepang terkoreksi 0,11 persen, serta dolar Hong Kong turun 0,01 persen.
Pergerakan serupa juga terjadi pada mata uang utama negara-negara maju. Dolar Australia menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS. Sementara euro Eropa melemah 0,07 persen, poundsterling Inggris turun 0,04 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,04 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah pada perdagangan hari ini salah satunya didukung kondisi demonstrasi yang berlangsung relatif aman dan terkendali.
“Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh demonstrasi yang berjalan relatif aman terkendali,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/8).
Menurut Lukman, pelaku pasar juga memberikan respons positif terhadap pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menegaskan komitmen untuk menjaga independensi bank sentral serta stabilitas nilai tukar rupiah.
“Investor juga merespons positif pernyataan Gubernur BI untuk tetap menjaga independensi BI dan stabilitas rupiah,” katanya.
Penguatan rupiah tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap perkembangan situasi domestik, terutama terkait stabilitas keamanan serta kepastian kebijakan moneter Bank Indonesia.


