Pilihan-rakyat, Jakarta – Jumlah peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bertambah menjadi empat orang. Penambahan jumlah korban tersebut dikonfirmasi setelah satu peserta lainnya dilaporkan meninggal dunia dalam masa pelatihan.
Kementerian Pertahanan menyatakan seluruh peserta yang meninggal diduga mengalami kondisi kesehatan yang berbeda-beda dan tidak disebabkan oleh satu faktor yang sama. Pemerintah menegaskan setiap kejadian telah ditangani sesuai prosedur, termasuk pemberian pertolongan medis serta koordinasi dengan keluarga masing-masing peserta.
Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari pembekalan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih yang dipersiapkan untuk mengelola koperasi desa dan kelurahan di berbagai daerah. Selain materi manajerial, peserta juga mengikuti pelatihan kedisiplinan dan pembentukan karakter yang melibatkan unsur kemiliteran sebagai bagian dari kurikulum.
Meninggalnya empat peserta memunculkan perhatian publik terhadap pelaksanaan program pelatihan tersebut. Sejumlah pihak meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kesehatan peserta, intensitas kegiatan fisik, serta sistem pengawasan selama pendidikan berlangsung agar kejadian serupa tidak terulang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil, termasuk meninjau kembali prosedur pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan dimulai dan mekanisme pemantauan kondisi peserta selama mengikuti kegiatan. Pemerintah juga menegaskan keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.
Sementara itu, proses pelaksanaan pelatihan bagi peserta lainnya tetap berlangsung dengan pengawasan yang diperketat. Pihak penyelenggara memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan selama kegiatan berlangsung untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami peserta.
Kasus ini menjadi sorotan karena Program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah yang ditujukan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi modern. Munculnya korban jiwa selama proses pelatihan mendorong berbagai kalangan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap desain dan pelaksanaan program, terutama aspek keselamatan dan kelayakan metode pelatihan.


