b2

Dolar AS Tembus Rp18.022, Rupiah Kian Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

By SARLIN WAGOLA June 4, 2026
Dok. Pinterest

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (4/6), kurs dolar AS tercatat berada di angka Rp18.022,55, menandai salah satu titik terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Pelemahan rupiah terjadi setelah beberapa hari terakhir mata uang Garuda terus berada dalam tren negatif. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia sebelumnya menunjukkan rupiah telah menyentuh level Rp17.931 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (3/6).

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, tingginya harga minyak dunia, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong investor memburu aset safe haven. Analis menilai kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan yang cukup berat.

Selain faktor global, pasar juga mencermati kondisi ekonomi domestik, termasuk arus modal asing dan perkembangan neraca transaksi berjalan Indonesia. Kombinasi faktor eksternal dan internal membuat pergerakan rupiah semakin rentan terhadap sentimen pasar internasional.

Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter dan intervensi di pasar valuta asing. Otoritas moneter memastikan langkah-langkah stabilisasi akan dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi volatilitas yang berlebihan.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama untuk kebutuhan energi, bahan baku industri, dan produk yang masih bergantung pada pasokan luar negeri. Kondisi ini juga menjadi perhatian pelaku usaha karena dapat memengaruhi harga barang dan tingkat inflasi dalam negeri apabila berlangsung dalam waktu yang lama.

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Investor kini menantikan langkah lanjutan otoritas moneter serta perkembangan situasi ekonomi internasional yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Reporter: Vito Rachmawan

Berita Terkait