b2

IHSG Tinggalkan Level 6.000, Rupiah dan Sentimen Global Jadi Sorotan

By SARLIN WAGOLA June 4, 2026
Dok. Pinterest

Pilihan-Rakyat.com, Jakarta –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan Rabu (3/6) dan ditutup anjlok 4,11 persen atau turun 254,36 poin ke level 5.941. Penurunan tajam ini membuat IHSG kembali meninggalkan level psikologis 6.000 di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 726 saham ditutup melemah, sementara hanya 75 saham menguat dan 158 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp25,1 triliun dengan volume perdagangan sekitar 36 miliar saham.

Sejak sesi pertama perdagangan, tekanan jual telah mendominasi pasar. IHSG bahkan sempat merosot hingga menyentuh level 5.924 sebelum akhirnya ditutup di kisaran 5.941. Seluruh sektor saham bergerak di zona merah, mulai dari sektor keuangan, teknologi, energi, infrastruktur hingga barang baku.

Analis menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen utama yang menekan pasar saham domestik. Rupiah yang terus melemah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi dan arus modal asing yang keluar dari pasar Indonesia.

Selain faktor nilai tukar, pasar juga dibayangi ketidakpastian global, kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah keputusan ekonomi penting di Amerika Serikat. Sentimen negatif tersebut mendorong aksi jual besar-besaran di berbagai sektor saham.

Pelemahan IHSG kali ini menjadi salah satu koreksi terdalam sepanjang tahun 2026. Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas pasar modal untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

ReporterVito Rachmawan

Berita Terkait