Pilihan-Rakyat.com, Jakarta – Dilansir dari detikcom, Penangkapan Bupati Muara Enim, Edison, menambah panjang daftar kelam kepemimpinan daerah hasil pelantikan serentak Februari 2025. Edison menjadi kepala daerah ke-12 yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun sejak menjabat.
KPK terus bergerak masif menyisir dugaan tindak pidana korupsi mulai dari sektor infrastruktur, jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa, hingga pemerasan bermodus “jatah preman”.
Berikut adalah rekam jejak 12 kepala daerah yang terjaring OTT KPK sejak dilantik pada 2025:
1. Bupati Muara Enim-Edison (Terbaru)
-
Waktu OTT: Minggu, 7 Juni 2026.
-
Kasus: Dugaan korupsi proyek pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim.
-
Tersangka Lain: 3 orang (kombinasi penyelenggara negara dan pihak swasta).
-
Barang Bukti: Uang senilai total hampir Rp 2 miliar dalam bentuk mata uang Rupiah, Riyal, dan Dolar.
2. Bupati Kolaka Timur-Abdul Azis
-
Waktu OTT: Jumat, 8 Agustus 2025.
-
Kasus: Dugaan suap proyek pembangunan RSUD Kelas C Kabupaten Kolaka Timur. Abdul Azis diduga meminta fee 8% (Rp 9 miliar) dari total nilai proyek Rp 126,3 miliar.
-
Status Hukum: Telah divonis 4 tahun 3 bulan penjara. Total 5 orang ditetapkan sebagai tersangka.
3. Gubernur Riau-Abdul Wahid
-
Waktu OTT / Penetapan Tersangka: 5 November 2025.
-
Kasus: Dugaan pemerasan terhadap bawahan di Dinas PUPR PKPP Riau dengan modus “jatah preman”. Dari total permintaan Rp 7 miliar, diduga Rp 4 miliar telah diserahkan di bawah ancaman pencopotan jabatan.
-
Status Hukum: Masih menjalani persidangan. Kasus ini juga menjerat Kadis PUPR M. Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Dani M. Nursalam.
4. Bupati Ponorogo-Sugiri Sancoko
-
Kasus: KPK membongkar tiga klaster perkara sekaligus di Ponorogo, yakni suap pengurusan jabatan, suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, serta gratifikasi.
-
Tersangka Lain: Sekda Ponorogo (Agus Pramono), Dirut RSUD Dr. Harjono (Yunus Mahatma), dan pihak swasta (Sucipto).
5. Bupati Lampung Tengah-Ardito Wijaya
-
Waktu OTT: Desember 2025.
-
Kasus: Dugaan suap proyek di Lampung Tengah. Ardito diduga langsung mematok fee sebesar 15-20% sesaat setelah dilantik, dengan total aliran dana yang diduga diterima mencapai Rp 5,75 bahwasanya.
-
Status Hukum: Ditetapkan sebagai tersangka bersama 4 orang lainnya.
6. Bupati Bekasi-Ade Kuswara Kunang
-
Waktu OTT: Desember 2025.
-
Kasus: Dugaan penerimaan uang ijon proyek masa depan senilai Rp 9,5 miliar dari pihak swasta berinisial SRJ. Korupsi ini dilakukan secara kolaboratif bersama ayahnya.
-
Status Hukum: Ade Kuswara bersama ayahnya, HM Kunang (Kades Sukadami), kini tengah diadili di Pengadilan Tipikor Bandung.
7. Bupati Pati-Sudewo
-
Waktu OTT: Senin, 20 Januari 2026.
-
Kasus: Kasus berlapis. Pertama, pemerasan terkait jual beli jabatan perangkat desa menggunakan modus ‘Tim 8’ (tim suksesnya) dengan tarif Rp 125–225 juta per calon. Kedua, suap proyek jalur kereta api DJKA.
-
Status Hukum: Ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus berbeda. Total uang disita Rp 2,6 miliar.
8. Wali Kota Madiun-Maidi
-
Waktu OTT: Senin, 20 Januari 2026.
-
Kasus: Tindak pidana korupsi terkait pemerasan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.
-
Tersangka Lain: Kadis PUPR Kota Madiun Thariq Megah dan pihak swasta Rochim Rudiyanto.
9. Bupati Pekalongan-Fadia Arafiq
-
Waktu OTT: Selasa, 3 Maret 2026 (Dini hari di Semarang).
-
Kasus: Dugaan korupsi terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), salah satunya terkait proyek outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
10. Bupati Rejang Lebong-Muhammad Fikri Thobari
-
Waktu OTT: Maret 2026 (Ramadan).
-
Kasus: Dugaan penerimaan suap senilai Rp 1,7 miliar dari beberapa proyek infrastruktur di Dinas PUPRPKP Rejang Lebong yang beranggaran total Rp 91,13 miliar.
-
Tersangka Lain: Kepala Dinas PUPRPKP dan 3 orang dari pihak swasta rekanan.
11. Bupati Cilacap-Syamsul Auliya Rachman
-
Waktu OTT: Maret 2026.
-
Kasus: Dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
-
Tersangka Lain: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono.
12. Bupati Tulungagung-Gatut Sunu Wibowo
-
Waktu OTT: Jumat, 10 April 2026.
-
Kasus: Dugaan pemerasan pejabat Pemkab Tulungagung serta pengaturan pemenangan vendor pengadaan alat kesehatan, cleaning service, dan sekuriti di RSUD setempat.
-
Catatan: OTT ini turut mengamankan adik kandung bupati yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Jatmiko Dwijo Saputro.


