b2

14 Korban Gempa Sulteng Masih Dirawat, Ratusan Rumah di Sigi Mengalami Kerusakan

By Faizal Keliobas June 19, 2026
Gempa Sulteng-SIGI (Dok. Fajarnews.co)

Pilihan-Rakyat.com, Palu – Sebanyak 14 korban luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Torabelo, Kabupaten Sigi. Wilayah ini menjadi daerah yang mengalami dampak paling signifikan akibat bencana tersebut.

Direktur RS Torabelo Sigi, Diah Ratnaningsih, mengatakan seluruh pasien korban gempa telah mendapatkan penanganan medis darurat sejak pertama kali dirawat.

“Sebanyak 14 korban masih menjalani perawatan di RS Torabelo. Seluruh pasien telah mendapatkan tindakan medis kegawatdaruratan sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa (17/6/2026).

Selain menangani korban gempa, rumah sakit tersebut juga merawat sekitar 107 pasien umum. Demi alasan keselamatan, para pasien untuk sementara ditempatkan di area koridor dan tenda darurat yang didirikan di sekitar rumah sakit sambil menunggu hasil evaluasi keamanan bangunan dari pihak berwenang.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah, gempa menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga di sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, tercatat 325 rumah mengalami kerusakan ringan, enam rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak berat.

Sementara itu, di Desa Uwenuni, Kecamatan Palolo, sebanyak 318 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Adapun di Desa Tonga, terdapat 41 rumah rusak sedang dan tiga rumah rusak berat.

Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur juga terdampak. Kerusakan dilaporkan terjadi pada satu masjid, empat gereja, serta jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Tonga dan Kamarora.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah, Andi Sembiring, menyampaikan bahwa kondisi pascagempa mulai berangsur membaik meskipun proses penanganan dan pemulihan masih terus berlangsung.

“Situasi saat ini relatif kondusif. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menginstruksikan langkah-langkah percepatan penanganan dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak langsung,” katanya.

Di sisi lain, warga yang berada di kawasan terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian dan hunian sementara karena gempa susulan masih kerap terjadi.

Jurnalis Metro TV di Palu, Rahman Odi, melaporkan bahwa posko informasi dan tenda pengungsian telah didirikan di sejumlah titik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

BPBD Sulawesi Tengah juga terus menyalurkan bantuan logistik serta tenda darurat ke wilayah terdampak. Selain itu, alat berat telah dikerahkan guna membuka akses jalan yang tertutup material longsor, termasuk jalur menuju Desa Lemban Tonga di Kabupaten Sigi.

Berita Terkait